Rasanya tak habis-habis bencana membuat haru-biru ribuan orang. Belum selesai Yogya (yang 2 minggu terakhir juga masih diguncang gempa). Cilacap,Pangandaran,Banten dan Jakarta masuk dalam giliran berikutnya. Ciut rasanya nyali mengingatnya kebali. Saat gempa guncang kota yang demikian aku cintai. Yogyakarta.
Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Ratusan bangunan luluh lantak.Menyatu dengan tanah dan ribuan orang kesakitan di pelataran rumah sakit. Serta meratapi sanak keluarganya yang meregang nyawa di Yogya. Termasuk Rumahku di dalamnya.
Senin (17/7) kemarin, pukul 02.30 wib. Aku lihat lagi berlangsungnya kuasa di luar nalar kita. 8 orang terbujur kaku di atas meja menjadi mayat. Di satu desa kecil kecamatan Adipala Cilacap Jawa Tengah. Mereka tewas tertimbun lumpur dan pasir. Saat air pasang setinggi 5 meter menghajar daratan. Air laut yang setiap hari mereka akrabi dan jadi gantungan nasib mereka sebagai nelayan.
Rasanya nalarku sudah buntu jika mengingatnya. Kita hanya bisa waspada dan pasrah. Sebab setiap saat ajal akan menjelang dengan bermacam cara.