Korban Gempa Protes

YOGYAKARTA – Ratusan korban gempa di Bantul turun ke jalan menagih janji Wakil Presiden Jusuf Kalla yang penah mengatakan akan memberi bantuan. Mereka merasa diombang-ambingkan, karena janji-janji tersebut, teruta¬ma mengenai bantuan pendirian rumah, sampai sekarang belum ada realisasinya. Warga Bantul memusatkan aksi di DPRD DIY, Jalan Malioboro. Sebelumnya, dengan menumpang sepuluh truk dan kendaraan lain, demonstran turun di perempatan Tugu. Mereka long march menuju DPRD sambil menyanyikan dan meneriakkan yel-yel “Turunkan
Bantuan”. Sumber: Harian Suara Merdeka, Kamis 13 Juli 2006

YOGYA (KR) -Tuntutan warga korban gempa untuk mendapat keringanan pembayaran listrik dari PLN, akhirnya dikabulkan, Rabu (19/7) kemarin. Setelah melalui negosiasi alot di Kantor PLN Yogyakarta, JI Mangkubumi, para wakil demonstran warga korban gempa, mencapai sepakat dengan PLN bahwa beban listrik korban gempa yang tidur ditenda karena rumahnya hancur hanya Rp 5.000 per bulan maksimal beban 450 kwh.Kesepakatan tersebut terjadi setelah seribu lebih warga yang berasal dari Kecamatan Bantul, Pundong, Bambangliporo, Dlingo, Banguntapan, Pandak dan Kretek mendatangi kantor PLN Yogyakarta Jl Mangkubumi kemarin. Sumber : Kedaulatan Rakyat, Senin 17 juli 2006

YOGYAKARTA, KOMPAS – Wakil Presiden Jusuf Kalla harus bersedia meminta maaf secara terbuka pada masyarakat korban gempa di Bantul dan Klaten jika janji pemerintah untuk memberikan dana rekonstruksi seperti yang, dijanjikan semula tidak bisa terlaksana. “Janji-janji itu telah merusak modal sosial masyarakat korban gempa yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Sumber : Harian Kompas, Jumat, 21 Juli 2006

Kabarnya Wepres kita ini juga diminta turun…?